Friday, December 21, 2012

GUNUNG TANGKUBAN PERAHU- (2) FAKTA SEJARAH DAN GEOGRAFI

Assalaamualaikum wbt,

MENGIKUT FAKTA SEJARAH DAN GEOGRAFI


Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa Barat. Jika dipandang dari atas Gedung Sate di kota Bandung, bentuk gunung ini terlihat jelas seperti perahu besar yang terbalik. Memang dalam bahasa Sunda, tangkuban parahu berarti perahu terbalik. Bentuk gunung ini dikaitkan dengan cerita rakyat yang berjudul Sangkuriang. Dalam cerita itu dikisahkan, secara singkat, Sangkuriang yang marah karena merasa tidak mampu menyelesaikan persyaratan untuk bisa menikahi Dayang Sumbi, ibunya sendiri, akhirnya menendang perahu buatannya sehingga terbalik dan membentuk gunung.
Berada di ketinggian 2.048 meter di atas permukaan laut, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai sembilan kawah yangmasih aktif. Jika diperhatikan dari sejarah geologinya, Gunung Tangkuban Parahu terbentuk dari letusan Gunung Api Sunda di zaman prasejarah. Catatan letusannya dalam dua abad terakhir dimulai dari tahun 1829, 1846, 1863, 1887, 1896, 1910, dan yang terakhir terjadi pada tahun 1929. Akibat seringnya gunung ini meletus, sehingga banyak kawah yang terbentuk di sekitarnya, seperti Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman, serta Paguyuban Badak. Kawah yang paling besar adalah Kawah Ratu yang bersebelahan dengan Kawah Upas. Kawah-kawah ini masih aktif mengeluarkan asap belerang, bahkan beberapa kawah terlarang untuk didekati karena masih mengandung uap beracun.
Kawah Gunung Tangkuban Perahu begitu mengagumkan. Pada saat cuaca cerah, pengunjung bisa menyaksikan dengan jelas lekukan-lekukan pada dinding kawah, dan juga pemandangan dasar kawah yang menakjubkan. Selain itu, obyek wisata yang berada di daerah Lembang ini memiliki panorama alam yang indah. Lokasinya berada sekitar 30 kilometer di sebelah utara kota Bandung, yang bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan dalam waktu kurang lebih 50 menit. Atau 15 menit dari obyek wisata air panas Ciater, 40 menit dari Subang, dan 3 jam dari Jakarta dengan melewati jalan tol Sadang. 
Kondisi jalan yang menanjak mengharuskan pengunjung untuk memperhatikan kondisi kendaraannya sebelum berangkat. Tarif masuk untuk wisatawan domestik Rp. 13.000,- dan untuk wisatawan mancanegara Rp. 50.000,- Sementara tiket masukkendaraan bermotor berkisar antara Rp. 5.000–Rp. 25.000,-.[TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya]

Sejarah Letusan Gunung Tangkuban Perahu, sumber: portal.vsi.esdm.go.id

1829 – erupsi abu dan batu dari kawah Ratu dan Domas
1846 – terjadi erupsi, peningkatan kegiatan
1896 – terbentuk fumarol baru di sebelah utara kawah Badak
1900 – erupsi uap dari kawah Ratu
1910 – kolom asap membubung setinggi 2 km di atas dinding kawah, erupsi berasal dari kawah Ratu
1926 – erupsi freatik di kawah Ratu membentuk lubang Ecoma
1935 – lapangan fumarol baru disebut Badak terjadi, 150 m ke arah selatan baratdaya dari kawah Ratu
1952 – erupsi abu didahului oleh erupsi hidrothermal (freatik)
1957 – erupsi freatik di kawah Ratu, terbentuk lubang kawah baru
1961, 1965, 1967 – erupsi freatik
1969 – erupsi freatik didahului oleh erupsi lemah menghasilkan abu
1971 – erupsi freatik
1983 – awan abu membubung setinggi 159 m di atas Kawah ratu
1992 – peningkatan kegiatan kuat dengan gempa seismik dangkal dengan erupsi freatik kecil
1994 – erupsi freatik di kawah Baru

6 comments:

Juhariah Johari said...

Terimakasih.
Ada 9 kawah? masyaAllah.
Masa di bandung sempat tak ke gedung buku2, suami saya kata kat sana byk gedung buku dan murah2

مسافر اسلام said...

Assalammualaikom wbt Tuan Hj...Rasanya gunung ini bisa meletus kembali enggak?

My Life said...

salam haji.

kangen dengan tabungan perahu.. :)

rosli said...

Mamaju,

Begitulah ikut fakta Geogragi....yang besar sekali Kawah Ratu, di mana pelawat selalu berkunjung ke situ

rosli said...

MI,

Kalau ikut fakta Geogragi biasanya antara 50-100 tahun....In Shaa Allah akan meletus lagi

rosli said...

My Lie,

In Shaa Allah , ke sana lagi....bagus gitu kangen selalu